Pernah nggak sih pengin icip banyak kuliner nusantara dalam satu tempat, dari dawet legendaris sampai cimol viral, tanpa harus pindah kota? Di Solo, bazar kuliner nusantara dengan tajuk Uleg Bazar Kuliner (UBK) lagi nyoba jawab hal itu lewat satu event yang isinya UMKM lokal dan tenant spesial dari beberapa kota besar.
Event ini digelar di Pamedan Pura Mangkunegaran Solo, dan jadi ajang kumpul 60 UMKM kuliner Solo plus 10 kuliner spesial dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya. Jadi, kalau kamu tipe yang suka kulineran sambil dukung UMKM, ini kombinasi asyik banget.
Apa Saja yang Bisa Dicoba di Bazar Kuliner Nusantara Solo?
Pertama, kita bahas yang lokal dulu. Di Uleg Bazar Kuliner Solo ini, ada sekitar 60 UMKM kuliner dari Solo yang dikurasi panitia. Jadi nggak semua pedagang bisa masuk, karena konsepnya memang dipilih sesuai tema, terutama yang punya menu pedas atau lagi banyak dicari.
Dari nama yang disebut, ada Dawet Telasih Bu Dermi yang udah lama banget terkenal di Solo. Menu ini cocok buat kamu yang pengin sesuatu yang seger di tengah panasnya area pamedan. Dawet telasih ini sering jadi incaran karena identik sama Solo dan punya cerita panjang di dunia kuliner lokal.
Selain itu, ada juga Cireng Isi Solo yang lebih ke camilan santai, plus seblak yang lagi naik daun beberapa tahun terakhir. Dengan fokus pada kuliner pedas, pengunjung bisa eksplor level kepedasan dari yang aman sampai yang bikin keringetan. Pada akhirnya, ini jadi spot yang lumayan lengkap buat pencinta jajanan.
Nah, nggak cuma dari Solo. Panitia juga bawa 10 kuliner spesial dari luar kota buat nambah variasi. Dari daftar yang ada, sebut saja Cimol Bojot AA dan Nasi Matah Blok-M yang bikin suasana mirip food festival lintas kota.
Masih ada lagi, seperti Artirasa, Baso Afung, Susu Murni Bahagia, Nasi Mercon Blok-M, Ketan Susu Barito, Puding Paman Barito, Martabak Madura Mak Ndut, sampai Chatramue. Jadi walau event ada di Solo, rasa-rasanya kamu diajak keliling Jakarta, Bandung, dan Surabaya lewat satu lapangan.
Dengan komposisi kayak gini, pengunjung punya banyak opsi, dari makanan berat sampai dessert, dari yang manis sampai yang pedas. Namun, karena semua dikumpulkan dalam bazar dengan tema nusantara dan pedas, tetap ada benang merah yang bikin pengalaman makan di sini terasa nyambung.
Bazar Kuliner Nusantara Ini Penting Buat UMKM Solo, Kok Bisa?
Di balik jajanan yang kelihatan seru, ada sisi lain yang cukup penting buat kota Solo sendiri. Kepala Dinas Koperasi UKM dan Perindustrian Kota Solo, Agung Riyadi, bilang kalau Uleg Bazar Kuliner ini melibatkan puluhan sampai sekitar 60 UMKM lokal. Menurut dia, Solo sebenarnya punya ribuan UMKM kuliner, tapi di event ini mereka dikurasi dulu.
Dengan adanya kurasi, UMKM yang tampil di bazar kuliner nusantara ini bisa dianggap sebagai perwakilan yang lagi didorong untuk “naik kelas”. Jadi, bukan sekadar jualan ramai sesaat, tapi ada harapan mereka dapat exposure lebih luas, kenalan dengan konsumen baru, dan mungkin juga kerja sama jangka panjang.
Di sisi lain, Agung juga menyebut kalau Pemkot Solo berharap event model begini bisa jadi destinasi rutin tiap tahun. Kalau tercapai, ini berarti UMKM punya panggung berulang yang bisa mereka andalkan. Ternyata, konsep destinasi kuliner tahunan juga bisa jadi cara kota membangun identitas wisata makanannya.
Selain itu, event ini berskala nasional. Sebelum Solo, bazar kuliner nusantara Uleg ini sudah diadakan di Makassar dan Lampung. Presiden Direktur PT Sekar Laut, Welly Gunawan, menjelaskan kalau Solo jadi kota ketiga yang mereka pilih. Artinya, Solo dilihat punya potensi kuat di bidang kuliner, bukan cuma buat warga lokal, tapi juga buat pengunjung dari luar.
Dengan memahami konteks ini, kita bisa lihat kalau kehadiran tenant dari Jakarta, Bandung, dan Surabaya bukan buat menyaingi UMKM Solo, tapi lebih ke cara bikin eventnya menarik buat lebih banyak orang. Pengunjung dapat variasi, UMKM lokal dapat crowd yang lebih besar.
Namun, tentu ada tantangan juga. Dengan ribuan UMKM yang belum semuanya bisa ikut, selalu ada pertanyaan: siapa yang dapat kesempatan, siapa yang belum. Kurasi yang baik jadi kunci, supaya pelaku usaha kecil merasa diperlakukan adil dan punya kesempatan lain di event berikutnya.
Cara Asyik Menikmati Uleg Bazar Kuliner di Pamedan Mangkunegaran
Kalau kamu datang ke bazar kuliner nusantara seperti ini, strategi paling simpel adalah datang dengan perut kosong tapi tetap sadar kapasitas. Begitu lihat deretan tenant dari Dawet Telasih Bu Dermi sampai Nasi Mercon Blok-M, gampang banget kalap. Jadi, lebih enak kalau kamu datang bareng teman atau keluarga biar bisa sistem patungan dan icip-icip bareng.
Selain itu, karena lokasi event ada di Pamedan Pura Mangkunegaran, nuansa yang terasa bukan cuma soal makanan. Area ini identik dengan Solo dan sering dipakai buat berbagai acara. Dengan begitu, suasana makanmu juga ditemani suasana kota yang kental karakter Jawa-nya.
Untuk pilihan menu, kamu bisa mulai dari kuliner khas Solo seperti dawet telasih, lalu lanjut ke jajanan kekinian seperti seblak atau cireng isi. Setelah itu, baru eksplor kuliner spesial dari luar kota seperti cimol Bojot AA, ketan susu Barito, atau Nasi Matah Blok-M. Dengan alur seperti ini, pengalaman lidahmu berasa keliling nusantara tapi tetap grounded di Solo.
Di sisi lain, penting juga buat ingat tujuan event ini, yaitu dorong UMKM naik kelas. Jadi, saat kamu beli, kamu sebenarnya ikut muter roda ekonomi lokal. Buat anak muda yang suka nongkrong tapi juga peduli ekonomi kerakyatan, ini cara santai buat berkontribusi.
Kalau nanti event ini benar-benar jadi rutin tahunan seperti harapan Pemkot Solo, kamu bisa mulai menjadikannya agenda tetap. Setiap tahun bisa jadi momen buat cek, siapa UMKM baru yang muncul, menu apa yang lagi hits, dan bagaimana wajah kuliner Solo berubah dari waktu ke waktu.
Pada akhirnya, bazar kuliner nusantara di Solo ini bukan cuma soal perut kenyang, tapi juga tentang bagaimana satu kota merangkai cerita lewat makanan dan UMKM-nya. Jadi, kalau kamu penasaran suasana dan ingin ikut meramaikan, cek jam operasional dan harga terbaru agar rencana tetap lancar.