“Dulu diajak ibu belanja ke pasar, terus jajan ketan. Sekarang bisa ngerasain lagi, cuma topping-nya kekinian,” kira-kira gitu cerita banyak orang yang datang ke Ketan Susu RRI di Pasar Johar Semarang.
Di satu sisi, orang tua datang buat nostalgia. Di sisi lain, anak muda pada penasaran sama jajanan yang lagi viral ini. Jadi, lapak kecil bernama Tansurri ini pelan-pelan jadi titik temu dua generasi di tengah hiruk pikuk pasar legendaris Semarang.
Ketan Susu RRI Pasar Johar: Dari RRI ke Lapak Viral
Nama Tansurri ternyata bukan nama random. Awalnya, usaha ketan susu ini dirintis di kawasan RRI Semarang sekitar dua tahun lalu. Dari situ muncul nama “Ketan Susu RRI” yang sekarang ikut nempel ke identitas lapak ini.
Pemiliknya, Hamdani, sehari-hari sebenarnya kerja sebagai marketing. Jadi, dia bukan pemain lama di dunia kuliner. Tapi, karena dorongan teman dan dukungan istri yang hobi masak, dia akhirnya berani buka usaha sendiri.
Resep ketannya sendiri diturunkan dari ibu mertua sang istri. Jadi, bukan eksperimen asal-asalan, tapi ada rasa rumahan yang kebawa. Mungkin ini juga yang bikin banyak orang merasa familiar, seakan pernah makan ketan seperti ini waktu kecil.
Menariknya, Dani mengaku nggak nyangka usahanya bisa viral secepat ini. Usia lapak di Pasar Johar baru sekitar tiga minggu, tapi antrean sudah kelihatan sejak pagi sekitar pukul 09.00. Dengan kata lain, kabar soal ketan ini menyebar cepat dari mulut ke mulut dan media sosial.
Awalnya, ia pikir pelanggan utamanya bakal didominasi usia 40–50 tahun yang kangen jajanan pasar lama. Namun kenyataannya, anak-anak muda justru banyak banget yang datang. Dari sini kelihatan, konsep tradisional tapi diracik ulang dengan sentuhan baru ternyata nyambung ke generasi sekarang.
Dari Kinco sampai Oreo: Menu Ketan yang Bikin Lintas Generasi Nyatu
Kalau cuma jual ketan susu polos, mungkin ceritanya nggak akan seviral ini. Tapi Dani punya ide yang cukup simpel tapi kena banget: menyatukan ketan tradisional dengan topping yang lebih modern, tanpa ninggalin rasa jadulnya.
Menu tradisional tetap jadi pondasi. Di lapak Tansurri, kamu bisa nemu ketan kinco, ketan kelapa, ketan bubuk kedelai, sampai ketan serundeng. Aromanya yang gurih dan manis mengingatkan orang pada jajanan pasar tempo dulu. Jadi, buat generasi orang tua, bagian ini yang bikin hati hangat.
Di sisi lain, ada ketan susu yang disiram susu kental manis, lalu ditaburi keju dan cokelat. Ini kombinasi yang lumayan sederhana, tapi visualnya cakep buat difoto dan dibagi di media sosial. Secara perlahan, ketan yang dulu dianggap kuno jadi kelihatan lebih seru.
Nggak berhenti di situ, Dani juga menambah varian lain. Ada ketan susu oreo, ketan mangga, sampai ketan durian. Nah, dari catatan penjualannya, ketan mangga dan ketan susu keju jadi favorit generasi muda.
Dengan kata lain, di satu meja kamu bisa lihat orang tua makan ketan kinco, sementara anaknya pesen ketan mangga. Jadi, ketan di sini bukan cuma soal rasa, tapi juga medium ngobrol dan ketawa bareng keluarga.
Kalau dipikir-pikir, konsep ini kelihatan sederhana. Namun, efeknya lumayan signifikan untuk menghidupkan lagi memori tentang ketan sebagai jajanan pasar yang relevan. Dengan begitu, tradisi kuliner tetap hidup, tapi ikut bergerak sejalan perubahan selera.
Pasar Johar dan Cerita Baru Kuliner Ketan Susu di Semarang
Pasar Johar sendiri sudah dikenal sebagai salah satu ikon Semarang. Selama ini, banyak orang datang buat belanja kebutuhan harian dan cari gamis, kain, atau barang lain. Kini, ada tambahan alasan: mampir nyobain ketan susu yang lagi naik daun ini.
Sejak Tansurri pindah ke ruko di Pasar Johar, arus wisatawan yang main ke sini jadi punya satu spot kuliner yang lagi sering diomongin. Dari pagi, antrean di depan lapak sudah mulai terbentuk. Jadi, kalau kamu datang agak siangan, siap-siap sedikit menunggu.
Namun, suasana menunggu ini justru bisa jadi bagian dari pengalaman. Kamu bisa lihat orang-orang ngobrol, ketawa, atau saling rekomendasi topping favorit. Ada yang cerita dulu sering diajak ibunya jajan ketan, ada yang baru pertama kali makan ketan selain di hajatan.
Di sisi lain, keberadaan Ketan Susu RRI ini kasih warna baru ke wajah Pasar Johar yang legendaris. Pasar bukan cuma tempat belanja cepat-cepat, tapi juga jadi ruang buat duduk sebentar, nyeruput nostalgia sambil nyuap ketan hangat.
Kalau kamu tipe yang suka eksplor kuliner lokal, Tansurri ini layak banget dimasukkin ke list. Bukan karena sekadar viral, tapi karena ada cerita keluarga, resep turun-temurun, dan keberanian buat eksperimen rasa.
Jadi, kalau lagi main ke Semarang dan mampir ke Pasar Johar, sempatkan berhenti di lapak kecil ini. Nikmati satu porsi ketan, perhatiin suasana sekitar, dan rasakan gimana jajanan sederhana bisa nyambungin memori, selera, dan generasi.
Pada akhirnya, Ketan Susu RRI di Pasar Johar ini bukan cuma soal topping kekinian, tapi tentang gimana jajanan pasar bisa hidup lagi dengan cara yang relevan buat banyak orang. Kalau kamu tertarik mampir, cek jam operasional dan harga terbaru agar rencana tetap lancar.