5 Kuliner Legendaris Tegal yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

5 Kuliner Legendaris Tegal yang Wajib Dicoba Saat Berkunjung

Kota Tegal bukan hanya dikenal sebagai kota bahari di pesisir utara Jawa Tengah, tetapi juga memiliki deretan kuliner legendaris yang bertahan puluhan hingga ratusan tahun.

Beberapa di antaranya bahkan lahir sejak masa kolonial dan masih digemari hingga kini.

Berikut lima kuliner legendaris Tegal yang wajib dicicipi.

  1. Sega ponggol

Sega Ponggol memiliki sejarah panjang sejak era penjajahan. Awalnya, nasi sederhana ini disajikan untuk para pekerja perkebunan tebu sebagai pengganjal perut.

Kini, Sega Ponggol justru menjelma menjadi kuliner khas yang diburu wisatawan. Keistimewaan Sega Ponggol terletak pada nasi gurih yang disajikan dengan lauk tradisional seperti sambal goreng tempe, tahu, dan tempe orek, lalu dibungkus daun pisang.

Aroma daun pisang berpadu bumbu tradisional menciptakan sensasi makan yang menenangkan.

Beberapa tempat yang dikenal menyajikan Sega Ponggol legendaris di antaranya Ponggole ZN Werkudoro di Jl. Werkudoro No. 47, Kramat, serta Sega Ponggol Godong Bu Ais dengan pilihan lauk ikan, jengkol, sayur, orek, hingga gorengan.

Baca juga: Resep Garang Asem Ayam Khas Jawa Tengah

Dahulu dikenal sebagai “Ponggol Setan” karena dijual malam hari, kini Sega Ponggol dapat dinikmati sejak pagi hingga malam, dengan harga relatif terjangkau untuk semua kalangan.

  1. Sate kambing muda

Tegal dikenal sebagai daerah pelopor sate kambing muda atau balibul, yakni kambing berusia di bawah lima bulan. Dagingnya empuk, juicy, dan memiliki rasa khas meski diolah dengan bumbu sederhana.

Sate kambing muda Tegal disajikan dengan potongan daging besar dan sambal kecap berisi bawang merah, cabai, serta tomat.

Salah satu yang legendaris adalah Sate Kambing Sari Mendo di Jl. Teuku Umar No. 59, Debong Tengah, yang berdiri sejak 1980-an dan mampu mengolah belasan ekor kambing muda setiap hari.

Alternatif lainnya adalah Sate Kambing Muda H. Suharto di Jalan Raya Talang, yang kini memiliki cabang di berbagai kota.

Baca juga: Resep Terik Tempe Jawa Tengah, Hidangan Tradisional Bikin Kangen

Warung sate kambing muda umumnya buka dari siang hingga malam hari, dengan harga menyesuaikan porsi dan bagian daging yang dipilih.

  1. Kupat glabed

Kupat Glabed merupakan ikon kuliner Tegal sejak awal abad ke-20. Istilah “glabed” merujuk pada tekstur kuahnya yang kental dan melekat di mulut.

Hidangan ini terdiri dari ketupat yang disiram kuah santan kuning pekat berbumbu rempah, lengkap dengan potongan tempe kecil dan sayuran.

Kupat Glabed kerap disajikan bersama pelengkap seperti kerupuk kuning, sate ayam, sate kerang, sate kikil, hingga sate blengong.

Salah satu tempat yang terkenal adalah Kupat Glabed Pak Makhali di kawasan Panggung, Tegal Timur, tepat di area Alun-alun PJKA Tegal. Warung ini ramai terutama saat Lebaran.

Baca juga: Resep Sate Kambing Tegal Saus Kecap, Ide Masakan Idul Adha

Kupat Glabed biasa dijual sejak pagi hingga siang hari, dengan harga yang ramah di kantong dan mengenyangkan, sebagaimana dulu menjadi makanan favorit pekerja pelabuhan Tegal.

  1. Rujak teplak

Rujak Teplak menawarkan sensasi rasa pedas, asam, dan manis dalam satu sajian. Kuliner khas Tegal ini memadukan aneka sayuran segar seperti kangkung, tauge, daun pepaya, daun singkong, pare, mentimun, hingga jantung pisang.

Ciri khasnya terletak pada sambal gaul berbahan cabai, kacang, dan singkong yang menghasilkan rasa pedas gurih unik.

Salah satu rujukan terkenal adalah Rujak Teplak Yu Pesek di Jl. Kapten Sudibyo (depan Samsat Kota Tegal) serta Rujak Teplak Bu Kapsah di depan Swalayan Mitra Kota Tegal.

Baca juga: 5 Tempat Makan di Tegal, Singgah Saat Libur Lebaran

Rujak Teplak umumnya dijual pada siang hingga sore hari dengan harga terjangkau dan porsi sayur melimpah.

  1. Nasi lengko

Nasi Lengko menjadi penutup sangat baik bagi pencinta kuliner sederhana dan sehat. Hidangan ini terdiri dari nasi putih, tahu goreng, tauge segar, irisan timun, bumbu kacang, dan kecap manis.

Salah satu yang paling legendaris adalah Warung Makan Pi’an (Warma Pi’an) di Jl. Kolonel Sudiarto, Slerok, yang telah menjual nasi lengko sejak 1926.

Alternatif lainnya adalah Nasi Lengko “Lumayan” Bu Cas di Gang Kimto, Jl. A. Yani, serta Nasi Lengko Bu Setyo di Jl. Sawo Timur No. 38, Tegal Barat.

Nasi lengko biasanya dijual dari pagi hingga siang, dengan harga sangat terjangkau, mulai dari ribuan rupiah per porsi.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.