Kenapa Orang Indonesia Hobi ke Malaysia Sepanjang 2025?

Kenapa Orang Indonesia Hobi ke Malaysia Sepanjang 2025?

Di bandara internasional, pemandangan rombongan warga + koper besar + boarding pass tujuan Malaysia makin kelihatan sehari-hari. Dari keluarga yang liburan singkat sampai rombongan umrah transit, rute ke negeri tetangga ini kayaknya nggak pernah sepi sepanjang 2025.

Ternyata, ini bukan cuma perasaan kita aja. Menurut data resmi Badan Pusat Statistik (BPS), orang Indonesia emang lagi hobi banget ke luar negeri, dan Malaysia jadi negara yang paling sering dipilih sepanjang 2025.

Malaysia Jadi Juara, Begini Angka Lengkapnya Menurut BPS

Biar nggak cuma gosip di timeline, kita mulai dari angka dulu. BPS nyatet jumlah perjalanan wisatawan nasional (sering disebut wisnas) ke luar negeri sepanjang 2025 tembus 9,2 juta perjalanan. Angka ini disebut sebagai yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Kalau dibanding 2024 yang totalnya 8,95 juta perjalanan, ada kenaikan sekitar 2,45 persen. Nggak melonjak tajam banget, tapi stabil naik dan cukup nunjukin kalau minat jalan-jalan ke luar negeri masih kenceng. Nah, di antara semua negara tujuan, Malaysia ternyata nangkring di posisi pertama.

Dari total perjalanan tersebut, 29,25 persen dilakukan ke Malaysia. Artinya, dari setiap 10 perjalanan orang Indonesia ke luar negeri, kurang lebih 3 di antaranya mengarah ke negara tetangga ini. Dengan kata lain, Malaysia jadi tujuan utama orang Indonesia sepanjang 2025.

Setelah Malaysia, posisi kedua diisi Arab Saudi dengan 18,05 persen. Ini logis banget karena banyak jamaah umrah dan haji dari Indonesia tiap tahun. Lalu disusul Singapura di posisi ketiga dengan porsi 13,41 persen.

Bukan Cuma Malaysia, Ini Peta Hobi Traveling Orang Indonesia 2025

Walau Malaysia paling sering dikunjungi, data BPS nunjukin pola yang lebih luas soal ke mana aja orang Indonesia pergi. Kalau dilihat berdasarkan kelompok wilayah, lebih dari setengah perjalanan wisnas (54,84 persen) dilakukan ke negara-negara ASEAN. Jadi, secara umum, kawasan tetangga terdekat masih jadi main playground.

Setelah ASEAN, tujuan berikutnya adalah kawasan Timur Tengah dengan porsi 20,27 persen. Di sini, selain Arab Saudi, tentu ada negara lain. Tapi di data negara tujuan teratas yang dirilis, Arab Saudi yang paling kelihatan dominasinya. Lalu ada kategori negara Asia lainnya dengan 16,94 persen, yang ngasih gambaran kalau Asia Timur dan Asia lain juga cukup ramai.

Kalau dipecah jadi negara per negara, daftar delapan tujuan favorit wisnas sepanjang 2025 menurut BPS adalah:

  1. Malaysia (29,25 persen)
  2. Arab Saudi (18,05 persen)
  3. Singapura (13,41 persen)
  4. China (6,76 persen)
  5. Thailand (4,69 persen)
  6. Jepang (4,18 persen)
  7. Timor Leste (2,72 persen)
  8. Kamboja (2,43 persen)

Dari daftar ini, kelihatan banget kalau kawasan Asia masih jadi andalan. Dengan kata lain, perjalanan jauh ke benua lain mungkin masih ada, tapi porsinya nggak masuk daftar delapan besar. Di sisi lain, negara-negara tetangga seperti Thailand dan Singapura tetap menjaga posisi sebagai tujuan populer.

Menariknya, ada juga Timor Leste dan Kamboja di daftar ini. Keduanya mungkin belum sepopuler Jepang atau China di obrolan harian, tapi ternyata cukup sering dikunjungi orang Indonesia menurut data. Jadi, kalau kamu pengin cari alternatif destinasi di Asia Tenggara yang agak beda, negara-negara ini bisa masuk radar.

Apa Artinya Tren ‘Hobi ke Malaysia’ Buat Kita sebagai Traveler?

Dengan memahami pola angka tadi, kita bisa mikir, “Kenapa sih Malaysia yang kepilih banyak banget?” Data BPS memang nggak merinci alasannya, tapi kita bisa ngelihat beberapa konteks dari sudut pandang traveler Indonesia. Pertama, kedekatan geografis dan budaya bikin perjalanan ke Malaysia terasa gampang dan familiar.

Bahasa relatif mirip, makanan nggak jauh beda dari selera Nusantara, dan pilihan kota tujuan juga variatif. Di sisi lain, Malaysia sering jadi pintu masuk awal buat yang baru pertama kali jalan ke luar negeri. Jadi wajar kalau porsi perjalanan ke sana tinggi di statistik BPS.

Namun, ada sisi lain yang juga menarik. Dengan lebih dari separuh perjalanan wisnas mengarah ke negara-negara ASEAN, ini nunjukin kalau kita sebenarnya punya banyak opsi destinasi dekat yang bisa dieksplor pelan-pelan. Dari Singapura sampai Kamboja, tiap negara punya karakter dan dinamika turismenya sendiri.

Di tengah tren ini, penting juga buat kita nggak cuma mikirin serunya jalan-jalan, tapi juga dampaknya. Kunjungan wisata ke negara lain bisa buka peluang kerja sama, memperkuat hubungan antarwarga, dan ngasih pengalaman baru yang ngaruh ke cara kita ngeliat dunia. Di saat yang sama, kita juga diingatkan buat terus support destinasi dalam negeri.

Pada akhirnya, Malaysia jadi tujuan utama orang Indonesia sepanjang 2025 itu ngasih gambaran simpel: kita makin terbiasa jalan ke luar negeri, tapi tetap deket dengan kawasan sendiri. Buat kamu yang lagi nyusun itinerary, data ini bisa jadi bahan mikir, mau ikut arus ke Malaysia, eksplor negara ASEAN lain, atau justru balik melipir ke sudut-sudut Indonesia yang belum pernah kamu sambangi.

Simpan artikel ini sebagai referensi perjalanan berikutnya.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *