“Kalau ke Surabaya malam-malam dan nggak makan tahu telur, rasanya kayak belum resmi mampir,” gitu kira-kira kata banyak warga lokal.
Menu sederhana ini jadi comfort food banyak orang: paduan tahu goreng, telur, lontong atau kentang, disiram bumbu kacang-petis yang medok, pedasnya bisa diatur. Di beberapa sudut kota, ada warung-warung legendaris yang dari dulu sampai sekarang masih jadi jujugan.
Buat kamu yang lagi cari tahu telur enak di Surabaya, lima tempat ini sering disebut warga sebagai andalan. Ada yang di bekas bengkel, ada yang di gang, tapi semuanya punya penggemar setia.
Jejak Rasa Tahu Telur dan Tahu Tek di Lima Sudut Kota
Pertama ada tahu telur yang sering disebut ikon oleh banyak pecinta kuliner: Tahu Telur Pak Jayen di Jalan Dharmahusada No. 112, Mojo, Gubeng. Tempatnya unik, karena warung ini dikenal sebagai bekas bengkel yang beroperasi sore sampai malam.
Dari luar mungkin kelihatan biasa aja, tapi pas jam makan, antrean itu nyata. Seporsi tahu goreng dengan telur dadar, dipadu lontong atau kentang, lalu disiram bumbu petis dengan aroma bawang yang kuat. Kamu juga bisa atur tingkat pedas sesuai kemampuan, jadi aman buat yang nggak kuat pedas sekalipun.
Banyak orang suka karena porsinya cukup besar dan rasa bumbu kacang-petisnya konsisten: gurih, sedikit manis, dan kalau diminta pedas, langsung nampol. Walau antre, pelayanan di sini terkenal cepat dan suasananya hangat, cocok buat makan santai setelah seharian aktivitas.
Lanjut ke area Tegalsari, ada tahu telur di Jalan Imam Bonjol No. 71–73. Warung ini juga sering diburu karena porsinya besar dan harga yang disebut masih terjangkau. Di sini, tahu goreng dan telur dibalut bumbu kacang-petis yang rasanya solid, seimbang antara gurih dan manis.
Selain itu, suasananya cocok buat nongkrong singkat bareng teman. Meskipun sederhana, banyak yang balik lagi karena rasa dan porsi sebanding dengan uang yang keluar. Dengan kata lain, cukup worth it buat kamu yang lagi cari makan malam tanpa ribet.
Berpindah ke pusat kota, di Jalan Embong Malang No. 78G, Genteng, ada tahu tek yang juga sering diceritakan warga sebagai salah satu versi klasik. Tempat ini ramai didatangi pecinta kuliner malam yang pengin cari tahu tek orisinal.
Ciri khasnya ada di bumbu petis udang dan kacang yang sangat kental. Tahu digoreng bareng telur dadar, ditemani tauge dan lontong, bikin tekstur di mulut berlapis-lapis. Dari cerita banyak orang, rasa klasiknya ini sudah dijaga sejak puluhan tahun lalu.
Dengan jam buka dari sekitar siang hingga tengah malam, spot ini jadi pilihan pas kalau kamu tipe yang suka makan agak larut. Di sisi lain, karena rame, kadang kamu perlu sedikit sabar kalau lagi jam padat.
Tahu Tek Malam Hari: Dari Dukuh Kupang ke Manyar Rejo
Bergeser ke Surabaya Barat, kawasan Dukuh Kupang punya jagoannya sendiri: Tahu Tek Pak Haji Ali. Lokasinya di sekitar Dukuh Kupang sudah lama dikenal sebagai andalan buat yang suka berburu tahu tek malam hari.
Bumbu kacang-petis di sini disebut banyak pelanggan sebagai “medok” dan nendang. Tingkat pedas bisa kamu atur, jadi fleksibel buat semua selera. Meski warungnya sederhana, banyak pelanggan lama yang terus balik karena rasanya stabil.
Suasana sekitar biasanya lebih lengang saat malam, jadi enak buat yang mau makan tenang setelah aktivitas seharian. Dengan kata lain, ini tipe warung yang kelihatan biasa, tapi punya rasa yang bikin orang kangen dan datang lagi.
Lalu ada satu lagi spot favorit di Manyar Rejo, Sukolilo, yang dikenal dengan porsi besar dan harga ramah di kantong. Di sini, tahu tek atau tahu telur disajikan dengan tambahan irisan timun segar.
Tambahan timun ini kelihatannya sepele, tapi memberi sensasi segar di tengah bumbu kacang-petis yang pekat. Buat kamu yang nggak terlalu suka rasa terlalu berat, kombinasi ini lumayan menyeimbangkan. Banyak pelanggan bilang, penyajiannya cepat dan rasa autentiknya bikin mereka nyaman menjadikan tempat ini tujuan makan malam.
Kalau kamu lagi eksplor kawasan timur Surabaya bareng teman, warung di Manyar Rejo ini bisa jadi opsi enak buat mengisi perut sebelum lanjut jalan atau pulang.
Jam Buka, Harga, dan Info Praktis Biar Nggak Salah Waktu
Biar nggak zonk datang-datang ternyata belum buka atau sudah tutup, ini rangkuman info praktis dari lima tahu telur dan tahu tek legendaris tadi:
-
Tahu Telur Pak Jayen – Jl. Dharmahusada No. 112, Mojo, Gubeng
Buka: 05.00–11.00 WIB
Harga: sekitar Rp 15.000 per porsi -
Tahu Telur area Jl. Imam Bonjol No. 71–73, Tegalsari
Buka: 05.00–11.00 WIB
Harga: disebut terjangkau, cocok buat makan pagi sampai jelang siang -
Tahu Tek di Jl. Embong Malang No. 78G, Genteng
Buka: 13.00–00.00 WIB
Harga: kisaran Rp 25.000–Rp 75.000, kamu bisa sesuaikan pesanan sama budget -
Tahu Tek Pak Haji Ali – kawasan Dukuh Kupang, Surabaya Barat
Buka: 11.00–01.00 WIB
Harga: sekitar Rp 15.000–Rp 20.000 per porsi, pas buat makan sore sampai dini hari -
Tahu Tek Manyar Rejo – Manyar Rejo, Sukolilo
Buka: 17.00–22.00 WIB
Harga: sekitar Rp 15.000–Rp 20.000 per porsi, ideal buat makan malam santai
Dengan jam buka yang beda-beda ini, kamu bisa atur rute kuliner dari pagi sampai tengah malam. Misalnya, mulai dari Dharmahusada atau Imam Bonjol pagi hari, lanjut ke Embong Malang sore, dan tutup malam di Dukuh Kupang atau Manyar Rejo.
Pada akhirnya, tahu telur dan tahu tek di Surabaya itu bukan cuma soal kenyang. Ada cerita warung sederhana, antrean pelanggan lama, sampai bumbu petis yang resepnya dijaga turun-temurun. Kalau kamu mampir ke Kota Pahlawan, sempatkan setidaknya ke satu atau dua tempat dari daftar ini untuk ngerasain sendiri.
Dan sebelum meluncur, ingat buat cek lagi info jam buka atau perubahan harga karena bisa aja ada penyesuaian dari pemilik warung. Pantau info resmi dari pengelola atau dinas setempat sebelum berkunjung.