9 Bakso Enak di Bandung, dari Lodaya sampai Cihampelas

9 Bakso Enak di Bandung, dari Lodaya sampai Cihampelas

Banyak orang mikir bakso enak di Bandung itu ya yang lagi viral di sosmed aja. Padahal, di balik konten FYP, Bandung punya deretan warung bakso legend dan konsep unik yang udah lama jadi andalan warga lokal.

Menariknya lagi, pilihan gaya baksonya beragam banget. Dari yang kuah kaldu klasik, topping komplet, sampai model prasmanan yang kamu bisa ambil sendiri. Jadi kalau lagi ke Bandung, bakso tuh bisa banget dijadiin tur kuliner tematik.

Dari Mie Baso Akung sampai Cuanki Serayu: Favorit Lama yang Masih Rame

Kita mulai dari yang namanya udah sering kesebut kalau bahas bakso di Bandung: Mie Baso Akung di Jalan Lodaya No.123, Burangrang. Tempat ini terkenal karena porsi dan topping-nya yang niat, terutama paket BPTSC alias bakso, pangsit, tahu, siomay, dan ceker.

Kamu bisa pesan BPTSC dengan mie kuah atau mie yamin, atau kalau lagi pengin fokus ke topping aja, bisa juga pesan BPTSC tanpa mie. Kuah kaldunya gurih, tipe yang nyaman dimakan siang atau sore. Bukanya dari 09.30 sampai 19.30, dengan harga yang dibilang terjangkau tergantung kombinasi topping yang kamu pilih.

Masih di jalur favorit warga Bandung, ada Bakso Cuanki dan Batagor Serayu di Jalan Serayu No.2, Cihapit. Ini salah satu yang sering disebut orang lokal kalau ditanya cuanki enak. Menunya simpel, cuma dua: bakso cuanki dan batagor, tapi isinya padat.

Dalam satu mangkuk, kamu bakal nemu bakso, siomay, tahu, batagor, dan pangsit kering, lalu disiram kuah kaldu tulang ikan yang ringan tapi wangi. Kedai ini buka dari 11.00 sampai 19.00, dengan kisaran harga Rp 25.000–Rp 50.000. Jadi, kalau kamu lagi jalan di area Bandung Wetan, ini gampang banget disinggahi.

Di sisi lain kota, Bihun Baso Jaya Rasa di Jalan Kebon Jati No.141, Kebon Jeruk, Andir, punya penggemar sendiri. Di sini yang jadi andalan justru bihun baso dan bakso gepeng. Kuahnya beraroma cukup kuat, cocok buat yang suka rasa agak nendang.

Tempat ini juga menonjolkan jaminan halal dan harga yang masih ramah, sekitar Rp 25.000–Rp 50.000. Bukanya setiap hari dari 10.00 sampai 21.00, enak buat makan siang setelah muter-muter area Kebon Jati atau habis urusan di sekitar stasiun.

Bakso Enak di Bandung dengan Konsep Prasmanan dan Variasi Unik

Kalau kamu tim eksplorasi topping dan suka ambil sendiri, Bandung juga punya beberapa spot bakso konsep prasmanan. Salah satunya ada di kawasan Burangrang, tepatnya di Jalan Burangrang No.12. Di sini, pengunjung dipersilakan bebas ambil sendiri berbagai jenis bakso dan gorengan.

Pilihan baksonya cukup lengkap, dari bakso halus sampai bakso urat. Selain itu, ada juga gorengan khas bakso Malang yang bikin mangkuk jadi makin rame. Kuah kaldu diambil sendiri juga, jadi kamu bisa atur seberapa banyak dan seberapa panas. Kisaran harga ada di sekitar Rp 25.000–Rp 50.000, tergantung seberapa kalap kamu ngambil.

Konsep prasmanan yang lebih eksplisit kelihatan di Baso Olohok Prasmanan di Jalan R.E. Martadinata No.55d, kawasan Citarum, Bandung Wetan. Di sini, sistemnya benar-benar kayak self-service buffet, di mana setiap item dihitung per biji.

Kamu bisa pilih dari baso cincang, baso gepeng, bakso urat, sampai siomay. Harganya mulai sekitar Rp 2.500 per biji, jadi cocok buat yang suka eksperimen kombinasi isi mangkuk. Tempat ini buka 11.00 sampai 21.00, menarik buat jadi opsi makan sore atau malam di tengah area Riau yang terkenal ramai.

Buat yang pengin bakso dengan sentuhan beda, ada Bakso So’un & Mie Ayam Lodaya di Jalan Veteran No.3, Kebon Pisang, Sumur Bandung. Di sini, yang bikin khas adalah penggunaan so’un atau mie kaca yang teksturnya lembut bening.

Perpaduan bakso kenyal dengan mie so’un bikin sensasi makan bakso agak beda dari biasa. Banyak warga lokal yang menjadikan tempat ini langganan, apalagi lokasinya cukup strategis di pusat kota. Jam bukanya 11.00–21.00 dengan kisaran harga Rp 25.000–Rp 50.000.

Legenda Cihampelas sampai Spot Dago: Lokasi, Jam, dan Kisaran Harga

Kalau kamu lagi main ke kawasan Cihampelas, ada dua opsi bakso yang menarik buat disinggahi. Pertama, Bakso Mawar Merona di Jalan Cihampelas No.36. Tempat ini adalah hasil rebranding dari Baso Mawar, yang dulu juga sudah punya nama di kalangan pecinta bakso Bandung.

Mereka dikenal dengan kuah aromatik dan klaim bakso berbahan 100 persen daging sapi. Menu di sini cukup variatif, dari baso cincang, baso goreng, bakso telur, sampai kwetiau kuah laksa buat kamu yang pengin sesuatu di luar mie biasa. Interiornya cerah, bikin suasana makan agak lebih modern. Buka tiap hari 10.00–22.00 dengan harga sekitar Rp 25.000–Rp 50.000.

Legend lain yang usianya jauh lebih lama adalah Bakso Sapi Cihampelas, berdiri sejak 1969. Lokasinya ada di Jalan Suryani Dalam No.48, agak masuk dari jalan utama, jadi suasananya cenderung lebih tenang dibandingkan jalan besar Cihampelas yang rame.

Usaha ini awalnya rumahan, lalu berkembang jadi produsen bakso yang cukup terkenal. Selain makan di tempat, kamu juga bisa beli bakso mentah buat dibawa pulang dan dimasak sendiri di rumah. Jam operasionalnya cukup pagi, dari 06.00 sampai 18.00, cocok kalau kamu tipe sarapan berat atau butuh stok bakso sebelum pulang ke luar kota.

Bergeser ke arah utara kota, ada satu spot bakso pinggir jalan di kawasan Dago, tepatnya di Jalan Ir. H. Juanda No.342b, Kecamatan Coblong. Lokasinya di tepi jalan, jadi gampang banget ditemuin kalau kamu lagi lewat Dago atas.

Menu utamanya antara lain bakso urat, bakso telur, dan bakso keju dengan isi keju lumer yang gurih. Kisaran harga di sini Rp 25.000–Rp 50.000, dengan jam operasional 08.00 sampai 21.00. Tempat ini enak buat pemberhentian setelah atau sebelum naik turun Dago.

Terakhir, kalau balik lagi ke Lodaya dan sekitarnya, kamu bisa susun rute kuliner mini: mulai dari Mie Baso Akung di Jalan Lodaya, lanjut ke area Burangrang buat bakso prasmanan, lalu geser sedikit ke arah pusat kota mampir ke Bakso So’un & Mie Ayam Lodaya di Veteran. Dengan cara ini, dalam satu setengah hari aja kamu sudah bisa cobain beberapa gaya bakso Bandung yang beda-beda.

Pada akhirnya, eksplorasi bakso di Bandung seru karena bukan cuma soal rasa, tapi juga soal cerita dan kebiasaan lokal di tiap kedai. Ada yang sudah puluhan tahun nemenin warga sekitar, ada yang main di konsep prasmanan kekinian, semua hidup bareng di satu kota yang dinginnya sering bikin ngidam kuah hangat. Kalau kamu lagi merencanakan tur bakso enak di Bandung, sesuaikan aja pilihan dengan zona yang pengin kamu datangi dan waktu yang kamu punya.

Sebelum meluncur, selalu cek lagi jam buka dan kisaran harga terbaru, karena beberapa tempat bisa aja mengubah kebijakan tanpa banyak pengumuman. Pantau info resmi dari pengelola atau dinas setempat sebelum berkunjung.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *