“Kalau malam dan lagi di Bandung, ya wajib martabak. Tinggal pilih mau tim manis atau telur,” begitu kira-kira obrolan santai yang sering aku dengar dari teman-teman Bandung.
Martabak favorit di Bandung memang sudah kayak ritual malam. Banyak yang bilang, tiap orang Bandung punya “langganan sakral” sendiri, dan kadang perdebatan soal mana yang paling enak bisa sepanjang jalan Dago.
Di bawah ini, kita kulik delapan tempat martabak yang sering disebut warga lokal. Biar kamu punya gambaran, mana yang cocok buat selera dan dompet kamu juga.
Delapan Martabak Favorit di Bandung dan Ciri Khasnya
Kalau kamu suka martabak klasik tapi nggak alergi sama topping kekinian, Martabak Royal Jaya bisa masuk list awal. Di sini, martabak manisnya main di topping yang rame dan kreatif, dari nanas keju coklat susu sampai jagung coklat susu yang agak jarang ditemui di tempat lain.
Di sisi lain, martabak telurnya dikenal gurih dengan rempah cukup nendang. Pilihan telur ayam atau bebek bikin kamu bisa atur sendiri seberapa “berat” camilan malammu. Buat yang hobi eksplor rasa, fleksibilitas topping di Royal Jaya ini lumayan bikin nagih.
Lanjut, ada Martabak Pecenongan 78 yang namanya udah sering mondar-mandir di obrolan pecinta martabak. Reputasinya dibangun bukan pakai gimmick, tapi konsistensi rasa. Banyak pelanggan lama yang bilang, rasa dari dulu sampai sekarang tetap stabil, dan itu jarang.
Di sini, martabak tipis keringnya cukup juara buat kamu yang suka tekstur renyah. Namun, kalau kamu tim adonan tebal yang lumer, varian manisnya juga disiapkan dengan tekstur yang bikin nyaman di lidah. Martabak telurnya pun cukup klasik: gurih, isian daging terasa, dan cocok buat yang cari “rasa aman”.
Nah, kalau kamu tipe yang ngikutin tren kuliner, nama Martabak San Fransisco pasti nggak asing. Tempat ini sempat viral beberapa tahun lalu dan masih sering disebut sebagai salah satu martabak paling enak di Bandung.
Kekuatan San Fransisco ada di variasi menu yang terus di-update sesuai selera pasar. Ada martabak manis pandan jagung keju yang wangi dan lembut, sampai martabak ayam spesial mozzarella yang berasa modern banget. Di sisi lain, martabak asin ikan tuna jadi pilihan menarik buat yang pengin sesuatu selain daging sapi atau ayam.
Buat camilan renyah, tipis kering di San Fransisco juga banyak difavoritkan sebagai teman nongkrong santai di rumah. Jadi, kamu bisa pilih mau santai dengan tipker atau heavy dengan martabak ayam mozzarella yang menggoda.
Dari Mister Martabak sampai Markobar: Pilihan Buat Pencinta Martabak Kekinian
Berikutnya ada Martabak MM (Mister Martabak) yang terkenal banget sama antreannya. Banyak warga Bandung yang cerita, dulu rela nunggu cukup lama demi seboks martabak dari sini. Sekarang cabangnya sudah beberapa, jadi sedikit lebih mudah dijangkau.
Karakter martabak telur di Mister Martabak cenderung gurih kuat dan cocok buat lidah yang suka jajanan asin. Buat yang doyan manis, adonan red velvet dengan keju melimpah jadi salah satu menu ikonik. Perpaduan warna merah dan taburan keju yang rame bikin ini sering jadi andalan buat traktiran atau kumpul bareng teman.
Lanjut ke nama yang pernah sangat hits di berbagai kota: Markobar. Di Bandung, Markobar tetap jadi opsi untuk kamu yang suka konsep martabak modern dengan banyak topping sekalian dalam satu loyang.
Kamu bisa pesan martabak manis dengan sampai delapan topping berbeda, cocok buat yang indecisive tapi pengin nyobain banyak rasa. Mulai dari cokelat, keju, sampai kombinasi lain yang kekinian. Di sisi lain, martabak telurnya juga nggak kalah kreatif, ada varian sapi lada hitam dan tuna pedas.
Dengan variasi seperti itu, Markobar lumayan pas buat kamu yang lagi kumpul ramai-ramai. Semua orang bisa pilih bagian yang mereka suka, jadi nggak perlu ribut soal rasa.
Legendaris Andir, Asan, dan Canada: Buat Kamu yang Suka Nuansa Lawas
Kalau obrolan sudah masuk ke martabak legendaris, nama Martabak Nikmat Andir hampir selalu kebawa. Berdiri sejak 1975 dan sekarang dikelola generasi kedua, tempat ini punya cerita panjang di kalangan warga Bandung.
Menariknya, Nikmat Andir tetap berusaha relevan. Mereka mengikuti selera zaman dengan nambahin topping modern, tapi rasa dasarnya tetap dijaga. Salah satu yang banyak direkomendasikan adalah martabak jagung susu keju, kombinasi klasik yang nggak banyak gaya tapi comforting banget.
Perlu dicatat, banyak tempat lain yang pakai nama mirip, tapi versi “asli” Nikmat Andir ada di Jalan Jenderal Sudirman. Jadi, kamu perlu agak jeli kalau lagi nyari, biar nggak salah alamat.
Bergeser sedikit, ada Martabak Asan yang dikenal kuat di kategori tipis kering. Berdiri sejak era 1990-an, Asan ini tokonya mungil di pinggir jalan kawasan Kebon Kawung. Banyak orang bilang, kalau nggak tahu betul, bisa aja kelewatan begitu saja.
Walau tempatnya sederhana, kualitas tipker Asan bikin banyak orang rela muter balik. Teksturnya dikenal garing dan renyah, cocok buat yang suka ngemil tanpa rasa terlalu “berat”. Buat kamu yang tim tipker garis keras, Asan ini worth it buat dimasukin itinerary kuliner malam.
Terakhir di daftar ini, ada Martabak Canada yang sudah hadir sejak 1977. Nama yang cukup sering muncul ketika orang-orang cerita soal martabak lawas Bandung.
Keunggulan Canada ada di pilihan yang lengkap: manis, asin, sampai tipis kering. Martabak manis klasiknya terkenal lembut dengan topping cukup berlimpah, jadi aman buat lidah yang suka rasa tradisional. Sementara martabak asinnya sekarang disajikan dengan tambahan keju mozzarella, memberi sentuhan modern tanpa menghapus karakter lawasnya.
Dengan berbagai pilihan ini, kamu bisa menyesuaikan mood: mau nostalgia, mau eksplor rasa baru, atau sekadar cari camilan pengganjal perut sebelum tidur.
Pada akhirnya, martabak favorit di Bandung itu sangat personal. Ada yang milih berdasarkan kedekatan rumah, ada yang loyal ke satu tempat karena dibesarkan dengan rasa itu, ada juga yang keliling demi nyari varian rasa paling seru.
Sebelum kamu meluncur berburu martabak malam ini, ada baiknya cek dulu update terbaru soal cabang, antrean, atau layanan pesan antar masing-masing tempat. Pantau info resmi dari pengelola atau dinas setempat sebelum berkunjung.