Banyak orang mikir kisah sukses pengusaha teknologi itu selalu soal kantor keren, investor gede, dan modal miliaran. Kontras banget sama cerita Jhonny Thio Doran yang justru dimulai dari kamar kos sempit, jualan jam tangan dan aksesoris ponsel keliling toko sambil ngurus semua sendiri.
Di saat banyak yang nunggu “kesempatan besar” datang dulu, Jhonny malah nyemplung pelan-pelan, mulai dari forum Kaskus sampai akhirnya bangun brand sendiri, JETE, dan memimpin ribuan orang dalam satu ekosistem bisnis.
Dari Jualan di Kaskus sampai Lahirnya Brand Lokal JETE
Kalau dengar nama JETE atau Doran Gadget sekarang, kesannya udah serius banget, ya. Tapi awalnya, tahun 2008, Jhonny cuma punya satu “kantor”: kamar kos kecil yang juga jadi tempat tinggal dan gudang barang.
Dia mulai dengan dagang jam tangan dan aksesoris ponsel dari toko ke toko. Semua proses dia pegang sendiri, dari nyari barang, jualan, sampai distribusi. Jadi, bisa kebayang capeknya, tapi di situ juga kelihatan banget gimana dia treating bisnisnya dengan fokus.
Pelan-pelan, dia nggak cuma mengandalkan jualan offline. Saat itu Kaskus lagi jadi forum jual beli paling rame di Indonesia. Nah, di situ dia coba peruntungan di jalur digital. Ternyata, langkah ini jadi salah satu titik awal yang lumayan signifikan buat scale up.
Dengan order yang makin banyak, dia mulai ajak teman kos buat bantu. Dari situ terbentuk cikal bakal struktur organisasi, walau masih super sederhana. Namun, langkah kecil kayak gini penting banget, karena mulai ada pembagian peran.
Tahun 2009, dia mulai berani rekrut karyawan beneran. Produk juga naik kelas, fokus ke aksesoris gadget kayak powerbank dan kabel data. Keuntungan nggak langsung diambil buat gaya hidup, tapi diputer lagi buat modal.
Lama-lama, satu kamar kos nggak cukup. Dia sampai sewa satu lantai penuh kamar kos khusus buat gudang sebelum akhirnya pindah ke ruko. Dari sini kelihatan transisi: dari usaha skala kamar kos ke usaha yang mulai punya bentuk perusahaan.
Tahun 2014 jadi momen penting. Di situ lahir brand aksesoris miliknya sendiri: JETE. Di awal, banyak yang mungkin lihat sebelah mata. Brand lokal teknologi sering dianggap kalah gengsi sama brand luar. Namun, Jhonny nggak ke-distract sama itu.
Menurut cerita yang dia sampaikan, dia lihat brand teknologi itu bukan cuma soal produk satuan. Dia pengin bangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan, terukur, dan punya dampak ke masyarakat serta ekonomi lokal. Jadi, dari awal mindset-nya udah mikir jangka panjang.
Pandemi, Ekspansi 150 Gerai, dan Ekosistem JETE – Doran Gadget
Biasanya, kalau dengar kata pandemi dan bisnis, yang kebayang adalah tutup toko dan efisiensi karyawan. Di sisi lain, cerita JETE justru agak beda jalurnya.
Tahun 2019, ketika pandemi bikin banyak perusahaan rem mendadak, JETE malah buka official store pertama di WTC Surabaya. Keputusan ini jelas nggak ringan, tapi tujuannya bukan cuma soal angka penjualan. Dia ingin buka kesempatan kerja baru di tengah situasi yang serba nggak pasti.
Di tahun yang sama, dia juga mendirikan Doran Gadget yang fokus ke ritel produk IoT. Jadi bukan cuma jual aksesoris lagi, tapi mulai bermain di area yang lebih luas namun masih nyambung dengan dunia teknologi harian.
Fast forward ke akhir 2025, JETE sudah punya lebih dari 150 gerai ritel di berbagai kota besar. Targetnya, tahun 2026 bisa tembus lebih dari 200 gerai. Menariknya, ekspansi mereka nggak cuma ke kota besar tier-1, tapi juga menyasar kota tier-2 dan titik strategis seperti bandara dan stasiun.
Strategi ini cukup logis. Dengan begitu, produk mereka bisa ketemu orang yang sering mobile dan butuh aksesoris gadget secara cepat. Misalnya, cari kabel data atau powerbank dadakan di bandara, toko kayak gini jadi penyelamat.
Meski jualan online di marketplace dan ke mitra tetap jalan, Jhonny masih melihat ritel fisik sebagai nilai strategis dari sebuah brand. Menurut dia, konsumen perlu nyoba langsung produk sebelum beli. Selain itu, toko fisik bisa jadi experience center dan titik layanan purna jual.
Kalau dipikir-pikir, ini cukup relate. Banyak dari kita masih nyaman pegang, dengerin suara, atau tes kualitas produk langsung sebelum mutusin beli, apalagi untuk barang yang bakal dipakai tiap hari.
Lalu, ada satu langkah lagi yang cukup berani: perusahaan sudah menyiapkan jalur ke pasar internasional lewat entitas di Shenzhen, China. Secara detail langkahnya belum diurai di sumber, tapi arah besarnya jelas: dari kamar kos kecil di Indonesia, sekarang mereka melirik pasar global.
Makna Sukses Versi Jhonny: Tim, Trust, dan Value Jangka Panjang
Sering banget narasi pengusaha dipusatkan ke “sosok heroik” tunggal. Namun, Jhonny justru menekankan kalau cerita ini bukan hanya tentang dirinya.
Dia melihat keberhasilan JETE dan Doran Gadget sebagai hasil kerja ribuan orang yang bareng-bareng bangun mimpi besar. Dari mantan teman kos yang dulu ikut bantu, sampai karyawan yang sekarang tersebar di banyak gerai.
Buat dia, kesuksesan utama adalah ketika bisnis bisa menciptakan value jangka panjang. Bukan cuma membangun brand biar dikenal, tapi membangun trust dengan konsumen dan memberi manfaat buat masyarakat lewat apa yang mereka kerjakan.
Di sinilah kontras lain kelihatan. Banyak orang mungkin fokus ke “seberapa cepat bisnis ini bisa viral atau cuan”, sementara Jhonny lebih berat ke arah keberlanjutan. Dengan memahami ini, kita jadi lihat kalau ada cara lain buat menilai sukses selain angka omzet semata.
Dari sisi kita sebagai konsumen, cerita kayak gini bikin brand lokal terasa lebih dekat. Ada perjalanan panjang, ada pilihan sulit saat pandemi, dan ada keberanian ekspansi sambil tetap mikir soal kerja layak buat banyak orang.
Tentu saja, usaha sebesar ini juga pasti punya tantangan: persaingan dengan brand global, perubahan tren teknologi, sampai tuntutan konsumen soal kualitas dan layanan. Namun, sejauh ini, fokus ke kualitas produk, ekosistem ritel fisik, dan kepercayaan konsumen jadi fondasi yang mereka pegang.
Pada akhirnya, kisah sukses Jhonny Thio Doran bangun bisnis aksesoris gadget dari kamar kos sampai punya brand JETE dengan ratusan gerai ini ngasih perspektif baru soal memulai usaha. Nggak selalu butuh kantor besar di awal, tapi perlu konsistensi, keberanian ambil langkah pelan tapi pasti, dan komitmen buat bawa manfaat lebih luas.
Kalau kamu lagi mikir mulai usaha teknologi atau aksesoris gadget, cerita ini bisa jadi referensi cara jalan pelan tapi serius. Dan kalau suatu hari mampir ke salah satu gerai mereka, kamu mungkin kepikiran lagi tentang perjalanan dari kos sempit ke ekosistem bisnis yang hidup.
Jadi, sebelum kamu eksplor lebih jauh produk atau peluang kerja di ekosistem JETE dan Doran Gadget, jangan lupa: cek jam operasional dan harga terbaru agar rencana tetap lancar.