Kalau selama ini dengar Kediri yang kebayang cuma pabrik rokok dan kota panas, kamu perlu update referensi. Destinasi wisata di Kediri sekarang lumayan variatif, dari air terjun dingin di lereng gunung sampai waterpark dan kampung belajar bahasa. Lokasinya juga masih kejangkau buat warga Jawa Timur, sekitar 2,5 jam perjalanan dari Surabaya.
Menariknya lagi, banyak tempat di sini yang ramah kantong dan bisa kamu nikmati bareng keluarga atau geng tongkrongan. Jadi, bukan cuma mampir lewat, tapi memang bisa dijadikan tujuan short escape yang santai. Nah, biar nggak bingung mau ke mana dulu, yuk bahas satu-satu destinasi populer yang sering jadi incaran traveler muda.
Destinasi Wisata di Kediri: Dari Main Air Sampai Napak Tilas Sejarah
Mulai dulu dari yang suasananya seger dan fun, cocok buat lepas penat setelah seminggu full kerja atau kuliah.
Pertama ada Kediri Water Park yang berada di kawasan Wisata Sempu Exotic Park, Sempu, Kecamatan Ngancar. Tiketnya cuma sekitar Rp 5.000 per orang, dengan jam operasional 07.30–17.00 dan tutup hari Jumat. Lokasinya di lereng Gunung Kelud di ketinggian sekitar 580 mdpl, jadi hawanya adem, nggak bikin sumpek.
Di Sempu Exotic Park sendiri kamu nggak cuma bisa main air, tapi juga bisa camping, kulineran, sampai adventure pakai jeep, motor trail, atau gowes. Dari pusat kota Kediri, jaraknya kurang lebih 29 kilometer dengan perjalanan sekitar 45 menit pakai kendaraan pribadi atau transportasi umum. Untuk yang suka suasana alam tapi tetap pengin fasilitas, kombinasi waterpark dan area camping gini cukup menarik.
Masih di zona ‘main air’, ada Gumul Paradise Island di area Simpang Lima Gumul, Sumberejo, Ngasem. Ini waterpark keluarga dengan tiket Rp 25.000 di weekday dan Rp 30.000 di weekend. Buka Selasa–Jumat 09.00–17.00, sedangkan Sabtu–Minggu 08.00–17.00. Ada kolam renang untuk berbagai usia, seluncuran, dan area bermain anak, jadi pas buat liburan keluarga.
Kalau kamu nggak suka keramaian, sebaiknya pilih datang di luar hari libur besar. Soalnya saat weekend atau high season, tempat ini bisa rame banget. Di sisi lain, buat yang cari suasana ramai dan seru, justru momen itu terasa hidup karena banyak aktivitas dan anak-anak pada senang main air.
Bergeser dari waterpark ke adventure yang lebih menantang, ada Arum Jeram Konto di Desa Siman. Tiket masuk areanya gratis, tapi paket wahana permainan mulai sekitar Rp 220.000 per orang. Fokus utamanya rafting di Sungai Konto, dan ini aktivitas yang cukup ekstrem. Namun, kamu bakal didampingi pemandu profesional yang disediakan pengelola.
Selain rafting, ada juga Flying Fox, High Ropes, Escape from Island, Paintball, Airsoft Gun, sampai Trust Fall. Buat geng yang suka kegiatan outdoor bareng, paket seperti ini lumayan komplet. Hanya saja, karena sifatnya ekstrem, kamu perlu kondisi fisik yang oke dan patuh ke arahan pemandu demi keamanan.
Sekarang kita naik ke area yang lebih alamiah dan adem. Air Terjun Dolo di Dusun Besuki, Desa Jugo, Kecamatan Mojo, jadi salah satu ikon alam Kediri. Tiketnya sekitar Rp 7.500 per orang dengan jam buka 08.00–17.00. Lokasinya sekitar 25 kilometer dari pusat kota dan bisa diakses pakai mobil atau motor.
Yang perlu kamu siapin di sini adalah fisik, karena menuju air terjun kamu harus menapaki kurang lebih seribu anak tangga sepanjang sekitar 1 kilometer. Air terjunnya berada di ketinggian sekitar 1.800 mdpl, jadi hawanya dingin dan pemandangannya hijau. Kelelahannya cukup kebayar setelah sampai bawah dan ketemu suara air jatuh plus hutan yang rindang.
Masih di Desa Jugo, ada Air Terjun Irenggolo yang tiketnya sekitar Rp 8.000 dan buka 08.00–17.00. Suhu Kediri yang biasanya panas akan langsung kerasa beda begitu kamu sampai sini. Konon, nama Irenggolo diambil dari Panglima Ira Manggolo yang datang ke air terjun ini setelah kalah dalam perlawanan.
Air terjun ini tingginya sekitar 80 meter dengan kemiringan sekitar 45 derajat. Bentuknya unik karena aliran airnya turun melewati susunan batu yang mirip anak tangga. Selain main air atau sekadar foto, area di sekitar sini sering dipakai camping oleh pengunjung. Jadi, buat yang pengin camping tipis-tipis dengan latar suara air terjun, ini bisa jadi opsi.
Masih di zona alam, tapi kali ini versinya bukit dengan view gunung. Di Desa Medowo, Kecamatan Kandangan, ada Bukit Gandrung Tanggulasi Medowo dengan tiket sekitar Rp 10.000 dan jam buka 08.00–17.00. Dari pusat kota jaraknya kurang lebih 27,7 kilometer atau sekitar 51 menit berkendara.
Daya tarik utamanya panorama Gunung Welirang dan perbukitan hijau di sekeliling. Banyak pengunjung lokal datang ke sini buat hunting foto atau sekadar menghirup udara segar. Di beberapa titik sudah ada spot foto seperti rumah hobbit dan gardu pandang yang langsung menghadap ke arah gunung. Jadi, walau sudah cukup populer, tetap terasa lumayan santai.
Kalau kamu tipe yang suka liburan sambil upgrade skill, wajib lirik Kampung Inggris di Pare. Berada di Jl. Langkat No. 88–93, Singgahan, Pelem, Pare, tempat ini terkenal sebagai pusat belajar Bahasa Inggris dengan metode intensif. Harga program mulai sekitar Rp 315.000 untuk paket 2 minggu, tergantung lembaga dan program.
Bahasa Inggris dipakai sebagai bahasa komunikasi sehari-hari, jadi kamu benar-benar kebawa suasananya. Kamu akan ketemu banyak orang dari berbagai daerah, bahkan kadang dari luar negeri. Di sisi lain, kalau cuma ingin ‘wisata edukasi’ tanpa ikut program intensif, kamu tetap bisa mampir buat lihat vibe kampung belajar yang hidup hampir 24 jam.
Sekarang kita geser ke sisi sejarah dan budaya, karena Kediri punya jejak kerajaan besar di masa lalu. Museum Airlangga di Jalan Lingkar Maskumambang punya koleksi peninggalan Kerajaan Kediri dan Majapahit. Tiket masuknya sekitar Rp 3.000 dengan jam buka 08.00–16.00.
Di dalam, kamu bisa lihat patung, prasasti, dan artefak lain yang sering cuma lewat sekilas di buku pelajaran. Menariknya, museum ini satu area dengan Goa Selomangleng, jadi bisa sekalian. Goa Selomangleng sendiri buka 24 jam dengan tiket sekitar Rp 2.000 untuk anak-anak dan Rp 4.000 untuk dewasa.
Goa ini dipercaya menyimpan kisah sejarah spiritual dan mistis. Warga lokal melihatnya sebagai tempat meditasi dan napak tilas sejarah Kerajaan Kediri. Ada relief dan ukiran kuno di dalam goa, dan tempat ini juga dikaitkan dengan pertapaan Dewi Kilisuci. Kalau kamu tertarik eksplor sisi spiritual dan sejarah, tempat ini punya nuansa yang beda.
Masih di jalur sejarah, ada Candi Tegowangi di Dusun Candirejo, Desa Tegowangi, Kecamatan Plemahan. Tiketnya gratis, dengan jam operasional 07.00–15.00. Menurut Kitab Pararaton, candi ini adalah tempat pendharmaan Bhre Matahun, ipar dari Raja Hayam Wuruk pada masa Majapahit.
Diperkirakan candi ini dibangun sekitar tahun 1400 M, sedangkan dalam Negarakertagama tertulis Bhre Matahun wafat tahun 1388 M. Bentuk candinya bujur sangkar, menghadap ke barat, dengan ukuran sekitar 11,2 x 11,2 meter dan tinggi 4,35 meter. Fondasinya dari bata, sedangkan bagian kaki dan sisa bangunan dari batu andesit. Kondisinya masih cukup terjaga, enak buat foto sambil belajar sejarah secara langsung.
Simbol ikonik lain dari Kediri adalah Monumen Simpang Lima Gumul di Tugurejo, Kecamatan Ngasem. Bentuknya sering dibandingkan dengan L’Arc De Triomphe di Paris, dan itu yang bikin banyak orang datang buat foto. Monumen ini luasnya sekitar 804 m² dengan tinggi 25 meter, berdiri di tengah area simpang besar.
Monumen ini menggambarkan pembangunan kota Kediri dan sekarang jadi semacam titik kumpul warga dan wisatawan. Kabarnya, kalau kamu naik sampai ke bagian atas, kamu bisa lihat pemandangan Kota Kediri dari ketinggian. Jadi selain foto-foto, ada juga sensasi menikmati kota dari sudut pandang lain.
Di tengah kota, tepatnya di Jl. KH Wahid Hasyim, Mojoroto, ada Monumen Syu atau Monumen Kediri Syu. Bentuknya patung pria dengan pakaian yang mirip seragam tentara Jepang. Namun sebenarnya itu adalah prajurit PETA (Pembela Tanah Air) yang dilatih tentara Jepang untuk melawan penjajah.
Monumen ini jadi pengingat perlawanan rakyat Indonesia pada masa itu. Tiket masuknya gratis, jadi kamu tinggal datang dan bisa foto dengan latar monumen sambil membaca informasi singkat sejarahnya. Bagi yang suka city walk santai, ini bisa jadi salah satu titik pemberhentian.
Pada akhirnya, 12 destinasi wisata di Kediri ini nunjukin kalau kota dan kabupaten ini nggak cuma tempat singgah, tapi layak jadi tujuan liburan khusus. Dari air terjun sejuk, waterpark keluarga, rafting ekstrem, kampung belajar bahasa, sampai candi dan museum sejarah, pilihannya lumayan lengkap. Kalau kamu lagi nyusun itinerary, destinasi wisata di Kediri ini bisa kamu mix antara alam, edukasi, dan seru-seruan.
Sebelum berangkat, cek lagi kondisi fisik (apalagi kalau mau naik tangga panjang atau ikut rafting) dan atur waktu biar nggak keburu-buru. Dan jangan lupa, Pantau info resmi dari pengelola atau dinas setempat sebelum berkunjung.
Jam Buka, Tiket, dan Lokasi Singkat Buat Nyusun Itinerary
Biar lebih gampang ngerangkai rute, ini rangkuman info praktis yang bisa kamu pakai sebagai gambaran awal:
- Kediri Water Park (Sempu Exotic Park, Ngancar)
- Tiket: sekitar Rp 5.000
- Jam: 07.30–17.00, Jumat tutup
-
Lokasi: Sempu, Kec. Ngancar, lereng Gunung Kelud, sekitar 29 km dari pusat kota
-
Gumul Paradise Island (Simpang Lima Gumul)
- Tiket: Rp 25.000 (weekday), Rp 30.000 (weekend)
- Jam: Selasa–Jumat 09.00–17.00; Sabtu–Minggu 08.00–17.00
-
Lokasi: Kompleks Simpang Lima Gumul, Sumberejo, Ngasem
-
Arum Jeram Konto (Desa Siman)
- Tiket area: gratis
- Wahana: mulai sekitar Rp 220.000 per orang
-
Lokasi: Desa Siman, Kabupaten Kediri
-
Air Terjun Dolo (Dusun Besuki, Jugo, Mojo)
- Tiket: sekitar Rp 7.500
- Jam: 08.00–17.00
-
Lokasi: sekitar 25 km dari pusat Kota Kediri
-
Air Terjun Irenggolo (Desa Jugo, Mojo)
- Tiket: sekitar Rp 8.000
-
Jam: 08.00–17.00
-
Bukit Gandrung Tanggulasi Medowo
- Tiket: sekitar Rp 10.000
- Jam: 08.00–17.00
-
Lokasi: Desa Medowo, Kec. Kandangan, sekitar 27,7 km dari pusat kota
-
Kampung Inggris Pare
- Program: mulai sekitar Rp 315.000 (2 minggu)
- Jam: mengikuti jadwal lembaga kursus
-
Lokasi: Jl. Langkat No. 88–93, Singgahan, Pelem, Pare
-
Museum Airlangga
- Tiket: sekitar Rp 3.000
- Jam: 08.00–16.00
-
Lokasi: Jalan Lingkar Maskumambang, Kota Kediri
-
Goa Selomangleng
- Tiket: sekitar Rp 2.000 (anak), Rp 4.000 (dewasa)
- Jam: 24 jam
-
Lokasi: satu area dengan Museum Airlangga
-
Candi Tegowangi
- Tiket: gratis
- Jam: 07.00–15.00
-
Lokasi: Dusun Candirejo, Desa Tegowangi, Kec. Plemahan
-
Monumen Simpang Lima Gumul
- Tiket: informasi spesifik tiket tidak tercantum, area monumen bisa diakses publik
-
Lokasi: Tugurejo, Kec. Ngasem
-
Monumen Syu
- Tiket: gratis
- Lokasi: Jl. KH Wahid Hasyim, Mojoroto, Kota Kediri
Gunakan daftar ini sebagai acuan awal untuk rute harianmu, lalu sesuaikan dengan waktu dan transportasi yang kamu punya. Dan sekali lagi, Pantau info resmi dari pengelola atau dinas setempat sebelum berkunjung.