Kebingungan mau bawa apa pulang dari Tegal selain foto-foto di pantai? Oleh-oleh khas Tegal ini jawabannya, apalagi kalau kamu tipe pencinta camilan yang nggak bisa pulang dengan tangan kosong.
Kota Bahari ini memang seringnya cuma dilewatin kalau orang lagi mudik atau road trip Pantura, padahal jajanan lokalnya underrated abis. Dari yang gurih renyah sampai manis nostalgia, banyak camilan yang bisa kamu borong buat keluarga di rumah.
9 Oleh-oleh Khas Tegal yang Enak, Unik, dan Ramah di Kantong
Biar nggak kalap dan bingung di toko oleh-oleh, yuk kenalan satu-satu sama 9 oleh-oleh khas Tegal yang paling sering diburu. Dari sini kamu bisa pilih mana yang cocok buat orang rumah, mana yang cocok buat stok ngemil sendiri.
Pertama ada kacang legendaris, yaitu kacang bogares. Namanya diambil dari daerah asal pembuatannya, Bogares, dan camilan ini udah lama jadi ikon Tegal buat oleh-oleh.
Yang bikin beda, kacang bogares digoreng pakai pasir, bukan minyak. Hasilnya, rasanya gurih, teksturnya renyah, tapi nggak berasa terlalu berminyak di tangan.
Buat kamu yang suka ngemil sambil nyetir atau nonton, kacang ini cocok banget. Namun, siap-siap aja: sekali buka, susah berhenti, jadi mending beli sekalian lebih dari satu bungkus.
Geser dikit, ada camilan simpel tapi nagih: keripik tahu. Di Tegal, tahu nggak cuma digoreng biasa, tapi juga diolah jadi keripik yang renyahnya niat banget.
Keripik tahu di sini biasanya dibuat dari tahu kuning yang teksturnya lebih padat. Dengan begitu, tahu nggak gampang hancur saat digoreng dan tetap punya sedikit sensasi lembut di bagian dalam.
Camilan ini pernah dapat penghargaan sebagai jajanan sehat di Festival Makanan Jawa Tengah tahun 2000. Jadi buat kamu yang cari oleh-oleh yang agak lebih “berusaha sehat”, keripik tahu ini bisa jadi opsi.
Lanjut ke salah satu ikon street food Tegal: tahu aci. Bedanya dengan tahu biasa, tahu aci bentuknya lebih tebal dan berisi, dengan tambahan adonan aci di dalamnya.
Biasanya bentuknya segitiga, dengan isian tepung kanji yang dicampur irisan daun kucai. Teksturnya kenyal di dalam, renyah di luar, dan enak disantap hangat-hangat.
Kalau mau merasakan vibes lokalnya, kamu bisa mampir ke kawasan Slawi. Di sepanjang jalan banyak penjual tahu aci berjejer, jadi nuansanya berasa banget.
Buat dibawa pulang, sebaiknya beli tahu aci setengah matang. Dengan cara ini, tahu jadi lebih awet dan kamu bisa goreng ulang di rumah sampai tingkat kering yang kamu mau.
Buat tim pencinta camilan manis, latopia wajib kamu masukin ke daftar. Kalau dilihat sekilas, latopia mirip bakpia Jogja, tapi sentuhan rasanya beda.
Kulitnya punya tekstur yang renyah, dengan isian yang cenderung lebih gurih-manis. Pilihan rasanya juga lumayan banyak, dari kacang hijau, cokelat, susu manis, keju, durian, sampai ketan hitam.
Enaknya lagi, latopia cukup gampang ditemukan di berbagai toko oleh-oleh di Kota Tegal. Jadi kamu nggak perlu muter-muter jauh, cukup cari pusat oleh-oleh di kota.
Kalau kamu tim penyuka pedas, kerupuk antor ini bisa jadi target berikutnya. Bahan dasarnya singkong, tapi cara matangnya lagi-lagi unik karena pakai media pasir.
Rasa pedasnya datang dari bumbu yang ditabur di permukaan kerupuk. Jadi pas digigit, yang pertama terasa adalah kriuk singkong, lalu sambutannya pedas gurih.
Buat yang pengin lihat suasana produksi lebih dekat, kamu bisa arahkan perjalanan ke kawasan Harjosari, Pagedangan, Ujungrusi, dan Penarukan. Daerah-daerah ini dikenal sebagai sentra pembuat kerupuk antor di Tegal.
Sekarang beralih ke jajanan nostalgia: rambut nenek. Jajanan ini bentuknya kayak gulali halus dengan tekstur lembut yang gampang lumer di mulut.
Walaupun dikenal di banyak daerah, rambut nenek ternyata cukup identik dengan Tegal. Banyak pedagang keliling rambut nenek yang asalnya dari kota ini.
Biasanya rambut nenek dimakan langsung atau dipadukan dengan simping, yaitu kerupuk tipis gurih. Kombinasi manis dan gurih ini bikin rasanya nggak cepat bikin enek.
Bergeser dari camilan ke minuman, kita ketemu teh paling ikonik dari Tegal, yaitu teh poci. Teh ini bukan sekadar teh celup biasa, tapi bagian dari kebiasaan minum warga lokal.
Teh disajikan dalam poci tanah liat kecil dan biasanya dinikmati bersama gula batu. Uniknya, rasa manis bakal keluar pelan-pelan seiring teh terus diseduh dan diminum.
Kebiasaan minum teh poci ini udah mengakar dalam keseharian orang Tegal. Buat oleh-oleh, sekarang banyak tersedia teh poci kemasan yang bisa kamu bawa pulang dan seduh ulang di rumah.
Kalau teh poci udah kamu siapin, jangan lupa satu hal penting: poci tanah liatnya. Di Tegal, poci tanah liat bukan cuma alat minum, tapi juga jadi cendera mata yang sering diborong wisatawan.
Bentuknya lucu-lucu dengan berbagai ukuran dan motif. Ada yang kecil buat satu orang, ada juga yang agak besar buat disajikan bareng keluarga.
Selain dipakai sendiri di rumah, poci ini juga cocok dijadikan hadiah. Namun, karena terbuat dari tanah liat, kamu perlu hati-hati saat packing biar nggak pecah di jalan.
Terakhir, ada olos, gorengan mungil yang sering bikin orang ketagihan. Bentuknya bulat kecil mirip bakso goreng, tapi isinya lebih variatif.
Isian klasik olos biasanya berupa sayuran seperti kol dan cabai, yang bikin rasanya pedas menggigit. Namun sekarang banyak juga penjual yang berkreasi dengan suwiran ayam, sosis, keju, sampai bakso cincang.
Bagian luarnya renyah, dalamnya lembut dan hangat. Harganya juga biasanya ramah banget di kantong karena banyak dijual di pinggir jalan sebagai camilan harian warga.
Sebagai bonus buat kamu yang ingin sekalian stay di Tegal sambil berburu oleh-oleh, ada beberapa pilihan penginapan yang bisa dipertimbangkan. Ini ngebantu banget kalau kamu pengin eksplor dari pusat kota sampai kawasan pegunungan.
Di pusat kota, kamu bisa cari hotel di sekitar Jalan Mayjend Sutoyo atau Gajah Mada, yang dekat dengan mal, alun-alun, dan akses ke toko oleh-oleh. Dari sini, kamu bisa atur waktu buat mampir ke pantai, lalu lanjut belanja camilan sebelum pulang.
Kalau tujuanmu lebih ke area sejuk dan pemandian air panas, kamu bisa pilih penginapan di kawasan Guci, Bumijawa. Di sekitar sini ada beberapa hotel dan resort yang menawarkan kolam air hangat alami dengan suasana pegunungan.
Dengan begitu, kamu bisa kombinasiin liburan: pagi atau siang keliling cari oleh-oleh khas Tegal, sore sampai malam rileks di air panas. Pada akhirnya, perjalananmu ke Tegal bisa berasa lebih lengkap, bukan cuma mampir sebentar.
Pada akhirnya, 9 oleh-oleh khas Tegal ini bisa jadi cara seru buat bawa pulang sedikit cerita dari Kota Bahari. Dari kacang bogares yang gurih sampai teh poci dan poci tanah liatnya, masing-masing punya karakter dan cerita sendiri.
Kalau kamu lagi rencanain trip ke sini, sisihin waktu khusus untuk mampir ke toko oleh-oleh atau sentra camilan lokal. Jangan lupa, sebutin di catatan belanja kamu: oleh-oleh khas Tegal biar nggak ada yang kelewat.
Sebelum berangkat, Cek jam operasional dan harga terbaru agar rencana tetap lancar.