Bali emang identik sama pantai dan keramaian di selatan, tapi sisi barat pulau ini punya vibe yang beda banget. Di sinilah tempat wisata Tabanan jadi jawaban kalau kamu cari suasana lebih hijau, sepi, dan berasa dekat sama alam dan warga lokal.
Sekitar 35 km di barat Denpasar, Tabanan itu kabupaten yang isinya bukit, sawah, pegunungan, sampai pantai pasir hitam. Jadi kalau kamu lagi pengin liburan yang lebih slow, lebih adem, dan nggak terlalu turistik, Tabanan ini underrated abis.
Wisata Alam Tabanan: Dari Sawah UNESCO sampai Pantai Sunyi
Pertama, kita mulai dari ikon hijau yang udah mendunia. Jatiluwih itu hamparan sawah terasering yang cantiknya kebangetan, dikelola petani lokal dengan sistem subak yang jadi warisan budaya dunia UNESCO.
Kalau mau dateng, paling enak pagi hari biar bisa lihat sunrise pelan-pelan naik di atas hijau sawah. Udara masih dingin, suasana tenang, dan kamu bisa jalan santai di pematang sambil foto-foto. Menariknya, mantan Presiden AS Barack Obama aja pernah main ke sini, jadi kebayang kan se-famous apa tempat ini.
Dari Denpasar ke Jatiluwih, jaraknya kurang lebih 60 km dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam berkendara. Jadi lumayan pas buat day trip, apalagi kalau kamu suka road trip dengan pemandangan perbukitan.
Geser ke garis pantai, Tabanan punya deretan pantai pasir hitam dengan karakter yang beda-beda. Pantai Soka di Desa Antap, Selemadeg, misalnya, punya pasir hitam lembut dan bersih dengan formasi karang besar di kiri kanan.
Ombaknya lebih tenang, jadi bukan spot surfing utama, tapi enak buat main air atau sekadar duduk nunggu sunset. Kalau mau lihat view dari angle lain, kamu bisa naik ke bukit kecil dekat pantai. Dari atas situ, laut, bukit, dan tulisan “Pantai Soka” kelihatan keren banget buat latar foto.
Kalau kamu tipe yang suka pantai sepi, Pantai Nyanyi di Dusun Nyanyi, Desa Beraban, bisa jadi pilihan. Pantai ini masih lumayan tersembunyi, cocok buat kamu yang mau menjauh sebentar dari hiruk pikuk Bali yang ramai.
Di sini, pasirnya juga hitam dan dikelilingi bukit karang, plus ada banyak spot foto kece dari ilalang sampai tebing batu. Menariknya lagi, dari Pantai Nyanyi kamu bisa lihat Pura Tanah Lot dan Mengening dari kejauhan. Ombaknya tinggi, jadi enak buat surfing, tapi saat air pasang pengunjung dilarang berenang karena cukup berbahaya.
Spot Chill Tabanan buat Healing: Hutan Monyet, Kebun Raya, sampai Air Panas
Selain pantai dan sawah, Tabanan juga punya banyak spot chill yang cocok buat kamu yang lagi pengin healing beneran. Salah satunya Alas Kedaton di kawasan desa adat, hutan monyet yang jadi rumah sekitar 1.800 ekor kera liar.
Bedanya dengan monkey forest lain, di sini juga ada ular dan kelelawar, plus sebuah pura unik dengan empat gerbang masuk. Lingkungannya masih hijau karena warga lokal sangat menjaga hutan, termasuk nggak sembarangan nebang pohon. Karena lokasinya di desa adat, penting banget buat jaga sikap, nggak buang sampah sembarangan, dan nggak ngomong kasar.
Tiket masuk Alas Kedaton sekitar Rp20.000 untuk dewasa dan Rp15.000 untuk anak-anak, dengan biaya parkir Rp2.000 untuk motor dan Rp5.000 untuk mobil. Kalau mau pakai pemandu, ada biaya tambahan, tapi info detail biasanya kamu dapat langsung di lokasi.
Kalau kamu suka botani dan suasana pegunungan, Kebun Raya Bali di Desa Candikuning, Baturiti, bakal cocok banget. Tempat ini disebut sebagai kebun botani terbesar di Indonesia, dikelola LIPI, dan isinya koleksi tanaman dari anggrek, paku-pakuan, begonia, sampai kaktus.
Menariknya lagi, di area ini kamu juga bisa nemu Danau Beratan, pura, rumah tradisional Bali, dan kebun mawar. Jadi dalam satu kawasan aja kamu bisa dapat banyak view berbeda buat foto-foto dan santai. Saat lapar, ada beberapa tempat makan di dekat danau yang jualan makanan khas daerah sampai menu internasional.
Masih di kawasan yang sama, ada Pura Ulun Danu Beratan yang jadi salah satu pura paling ikonik di Bali. Pura ini berdiri di tepian Danau Beratan dengan latar pegunungan hijau, dan kamu bisa menjelajah area danau pakai perahu yang disediakan pengelola.
Buat yang lagi suka spot foto floral, Sun Flowers Belayu di Desa Batannyuh, Belayu, Marga, bisa kamu masukin list. Taman ini terkenal di media sosial karena lautan bunga matahari kuning dengan daun hijau segar yang berjejer rapi.
Selain bunga matahari, masih ada banyak bunga lain yang bikin suasana makin ceria. Lokasinya gampang banget diakses karena persis di pinggir jalan raya, jadi cocok buat diselipin di perjalanan dari atau ke kawasan lain di Tabanan.
Buat kamu yang kangen suara gemericik air, Tabanan juga punya air terjun Blahmantung di Banjar Margasari, Desa Pujungan. Tingginya sekitar 25 meter, dikelilingi tebing dan pepohonan rapat yang bikin udara sejuk dan fresh.
Serunya, di sekitar kawasan ini ada perkebunan kakao dan kopi milik warga, jadi view-nya beda dari air terjun lain. Dari Denpasar ke sini butuh sekitar dua jam perjalanan dengan jarak kurang lebih 70 km. Setibanya di Desa Pujungan, kamu masih perlu jalan kaki sekitar 400 meter melewati kebun warga di jalur paving yang cukup mudah dilalui.
Nyantai di Air Panas, Panen Strawberry, sampai Main ke Taman Kupu-Kupu
Kalau kamu tipe anaknya suka berendam hangat sambil lihat pemandangan hijau, dua pemandian air panas di Tabanan ini wajib kamu intip. Pertama, ada air panas Penatahan yang sering juga disebut Pemandian Yeh Panes karena lokasinya di tepi Sungai Yeh Ho, di Desa Penatahan, Kecamatan Penebel.
Sensasi berendam di sini beda karena kamu bisa melihat sawah dan hutan rimbun di sekitar. Tiket untuk kolam umum sekitar Rp10.000 per orang, sedangkan kalau mau privasi ada kolam private dengan biaya Rp25.000. Dari Bedugul, jaraknya kurang lebih 38 km atau sekitar 1 jam 10 menit berkendara.
Alternatif lain ada air panas Angseri yang lokasinya di bawah kaki Gunung Batukaru, tepatnya di Desa Angseri, Baturiti. View di sini didominasi pepohonan pakis dan cemara khas pegunungan, jadi hawanya adem meski air kolamnya hangat.
Suhu airnya bisa sampai 48 derajat, cocok buat relaksasi otot setelah seharian jalan. Uniknya, di dekat kolam ada air terjun mini dengan air panas alami juga, jadi kamu bisa ngerasain efek pijatan air sambil diem di bawahnya.
Tiket masuk ke Angseri sekitar Rp7.000 per orang, dan ada pilihan berendam di ruangan tertutup dengan harga Rp10.000 per 30 menit per orang kalau kamu butuh privasi ekstra. Dengan harga segitu, pengalaman soak-an hangat di tengah alam ini lumayan worth it.
Buat yang bawa keluarga atau pengin aktivitas yang lebih fun, kamu bisa mampir ke kebun strawberry Bedugul di Jl. Raya Baturiti Bedugul, Taman Tanda Baturiti. Di sini, pengunjung bisa coba panen strawberry langsung dari kebun dan langsung dimakan.
Selain seru buat anak-anak, view pegunungannya juga cantik dan fotogenik. Di area ini juga ada restoran dengan menu masakan khas Bali dan internasional, jadi lumayan enak buat sekalian makan siang santai.
Terakhir, ada Taman Kupu-Kupu Bali di Batukaru, Br. Sandan Lebah, Penebel. Tiket masuk sekitar Rp35.000, dan di dalamnya kamu bisa lihat berbagai jenis kupu-kupu, termasuk kupu-kupu Barong asli Bali.
Mereka juga mengembangbiakkan jenis langka seperti apilionidae dan Nymphalidae, plus koleksi serangga lain dari kumbang, belalang, sampai ngengat. Cocok buat kamu yang suka foto detail atau pengin ngajak adik kecil belajar soal serangga dengan cara yang fun.
Dengan semua variasi tempat wisata Tabanan dari sawah, pantai, hutan, air terjun, sampai taman kupu-kupu, kamu bisa gampang atur itinerary sesuai mood. Mau satu hari fokus di alam hijau, atau mix antara pantai dan air panas, semua masuk akal.
Pada akhirnya, yang bikin Tabanan menarik itu kombinasi landscape yang lengkap dan ritme hidup lokal yang masih kerasa. Jadi waktu main ke sini, coba kasih ruang juga buat ngobrol sama warga, beli jajanan di warung kecil, dan jaga kebersihan setiap spot yang kamu datengin.
Sebelum berangkat, selalu cek lagi soal tiket, jam operasional, dan kondisi terbaru di lapangan karena bisa berubah sewaktu-waktu. Pantau info resmi dari pengelola atau dinas setempat sebelum berkunjung.