Ringkasan
Di Desa Tuksongo, Borobudur, Magelang, sebuah pohon randu alas raksasa yang telah berusia ratusan tahun akan ditebang pada hari Senin, 2 Februari 2026. Penebangan ini dilakukan sebagai langkah untuk menjaga keseimbangan ekosistem di sekitar desa setelah hasil kajian dari Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) menyatakan bahwa pohon tersebut sudah mati. Sebagian dari batangnya akan disisakan untuk dijadikan monumen sebagai pengingat akan keberadaan pohon yang menjadi ikon desa ini.
Fakta Utama
Rencana penebangan pohon randu alas ini telah dilaporkan kepada Bupati Magelang, Grengseng Pamuji, dan melibatkan sejumlah dinas dan badan terkait. Kepala Bidang Pengelolaan Keanekaragaman Hayati dan Kearifan Lokal Lingkungan Hidup, Joni Budi Hermanto, mengungkapkan bahwa proses penebangan akan melibatkan tim relawan dan masyarakat setempat.
Hasil kajian oleh UGM menawarkan tiga opsi untuk menangani pohon tersebut, dan kepala desa memilih untuk mempertahankan sebagian batangnya sebagai monumen. Batang yang akan disisakan diperkirakan sekitar 4 sampai 5 meter dari bagian yang sudah mati.
Detail & Konteks Lokal
Pohon randu alas di Tuksongo bukan sekadar pohon biasa; ia telah menjadi simbol identitas dan sejarah desa. Keberadaan pohon ini menarik perhatian wisatawan dan menjadi bagian dari narasi budaya lokal. Namun, dengan kondisi pohon yang sudah mati, keputusan untuk menebangnya adalah langkah yang penuh pertimbangan agar tidak membahayakan lingkungan sekitar.
Penebangan ini direncanakan dengan sangat hati-hati. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) akan mengirimkan 20 tenaga kerja, lima gergaji mesin, dan satu crane untuk memastikan proses berlangsung dengan aman. Selain itu, BPBD juga akan menyediakan dapur umum untuk mendukung relawan yang berkontribusi selama penebangan.
Masyarakat setempat juga terlibat aktif dalam proses ini. Partisipasi warga dalam penebangan ini mencerminkan rasa kepemilikan dan tanggung jawab terhadap lingkungan. Dengan cara ini, mereka ingin memastikan bahwa meskipun pohon tersebut ditebang, warisannya akan tetap hidup melalui monumen yang akan dibangun.
Penutup
Keputusan untuk menebang pohon randu alas raksasa di Tuksongo adalah langkah yang penuh makna bagi masyarakat setempat. Bagi pengunjung yang ingin menyaksikan proses penebangan atau ingin mengetahui lebih lanjut tentang monumen yang akan dibangun, penting untuk mengikuti informasi resmi dari pengelola atau dinas setempat sebelum berkunjung.