6 Gorengan Indonesia Terbaik se-Asia Tenggara Versi 2026

6 Gorengan Indonesia Terbaik se-Asia Tenggara Versi 2026

Sore habis hujan, gerobak gorengan di ujung gang mulai nyala lampunya. Bau minyak panas, suara adonan yang masuk ke wajan, dan antrean kecil orang yang pulang kerja jadi pemandangan yang akrab banget buat banyak orang Indonesia. Di tengah suasana sesederhana itu, ada kabar seru: 6 gorengan Indonesia terbaik se-Asia Tenggara versi TasteAtlas 2026 ternyata diambil dari jajanan yang tiap hari kita lewatin.

Daftar Gorengan Indonesia Terbaik se-Asia Tenggara 2026

Biar nggak penasaran, kita mulai dulu dari daftar versi TasteAtlas yang dirangkum. Dari 10 gorengan terenak di Asia Tenggara 2026, lebih dari separuh asalnya dari Indonesia. Jadi, posisi kita di dunia per-goreng-an ini cukup solid lah.

Ini urutan 10 besar yang disusun dari rating pengguna TasteAtlas:

  1. Batagor, Indonesia
  2. Karipap, Malaysia
  3. Lumpia Shanghai, Filipina
  4. Ayam goreng, Indonesia
  5. Pempek, Indonesia
  6. Lechon Kawali, Filipina
  7. Aneka gorengan, Indonesia
  8. Tempe mendoan, Indonesia
  9. Bebek goreng, Indonesia
  10. Lumpia goreng, Vietnam

Menariknya, data ini diambil dari ribuan rating pengguna. Dari 2.829 penilaian, ada 1.909 rating yang dianggap sah. Jadi, meskipun ini bukan patokan mutlak, setidaknya kelihatan kalau banyak orang yang beneran niat kasih penilaian.

Kalau diperhatiin, gorengan Indonesia yang masuk daftar ini nggak cuma snack kecil. Ada yang masuk kategori lauk makan berat kayak ayam goreng dan bebek goreng, ada juga jajanan santai seperti batagor dan tempe mendoan. Jadi, dari sarapan sampai cemilan malam, kita cukup ter-cover sama daftar ini.

Dengan melihat daftar ini, kelihatan juga kalau gorengan itu bagian penting dari kuliner Asia Tenggara. Bukan cuma soal rasa gurih, tapi juga soal kebiasaan makan bareng, nongkrong, sampai jajanan pinggir jalan yang jadi identitas kota.

Batagor di Puncak dan Cerita Asal-usul dari Bandung

Sekarang kita bahas juaranya dulu. Di posisi pertama ada batagor, jajanan kaki lima yang lahir dari Bandung, Jawa Barat. TasteAtlas ngasih rating 4,4 dari 5 buat batagor dan ini cukup tinggi untuk ukuran daftar se-Asia Tenggara.

Batagor sendiri punya cerita yang lumayan seru. Makanan ini terinspirasi dari siomai asal China yang biasanya dikukus. Tapi, di Bandung, ide itu di-twist dikit: siomai yang harusnya dikukus malah digoreng. Dari situ muncul racikan baru yang beda karakter, lebih renyah, dan cocok sama selera lokal.

Ada beda bahan juga. Siomai China sering pakai daging babi atau sapi, sedangkan batagor lebih umum pakai daging ikan tenggiri, tahu, dan tepung tapioka. Dari bahan-bahan itu lahir nama yang sekarang kita kenal: batagor alias bakso tahu goreng.

Bentuk batagor sekarang juga lumayan variatif. Ada yang dibentuk bulat kecil tanpa kulit pangsit, ada yang dibungkus kulit pangsit dulu baru masuk minyak panas. Sausnya pun jadi identitas penting: bumbu kacang, kecap, dan kadang sambal rawit yang bikin nagih.

Yang keren, batagor ini sudah naik kelas dari sekadar jajanan kaki lima. Walaupun tetap kuat di gerobak pinggir jalan, batagor juga udah sering masuk ke menu restoran modern. Jadi, dia bisa nongkrong di emperan pasar, tapi juga santai di tempat makan yang ber-AC.

Pada akhirnya, posisi batagor sebagai gorengan terbaik se-Asia Tenggara versi 2026 ini nggak cuma soal rasa enak. Ada perjalanan panjang dari jajanan sederhana di Bandung tahun 1980-an sampai dikenal luas dan dinilai tinggi di platform kuliner dunia.

Dari Pempek sampai Tempe Mendoan: Seberapa Relate Sama Hidup Kita?

Selain batagor, ada lima nama lain dari Indonesia di daftar gorengan terbaik se-Asia Tenggara 2026. Walaupun detail versi TasteAtlas nggak dijabarkan satu per satu, nama-nama ini udah cukup familiar di kuping kita.

Pertama ada ayam goreng di posisi keempat. Ini salah satu menu yang hampir pasti muncul di warung makan, bekal anak sekolah, sampai meja makan rumah. Versinya di lapangan banyak banget, tapi intinya tetap satu: ayam yang dimasak dengan teknik goreng jadi andalan di banyak daerah.

Lalu di urutan kelima ada pempek. Memang biasanya orang kenalnya sebagai makanan khas Palembang, dan cara masaknya bisa digoreng maupun direbus. Di daftar ini, pempek ikut dihitung sebagai bagian dari kategori gorengan, yang menunjukkan kalau cara penyajiannya cukup fleksibel dan luas.

Posisi ketujuh diisi oleh kategori “aneka gorengan”. Ini lumayan lucu, karena mewakili jajanan paling relate buat kantong anak kos dan pekerja kantoran. Isinya bisa tahu, pisang, dan bahan lain yang digoreng dengan adonan sederhana. Walaupun kesannya random, kategori ini justru nunjukin betapa melekatnya gorengan di kehidupan sehari-hari.

Selanjutnya ada tempe mendoan di urutan kedelapan. Gorengan tipis lembek khas beberapa daerah di Jawa ini sering muncul di angkringan atau warung teh. Teksturnya beda dari tempe goreng biasa, dan di sinilah keunikan yang bikin dia dapat tempat di daftar regional.

Di urutan kesembilan, ada bebek goreng. Ini juga menu andalan banyak rumah makan. Daging bebek yang dimasak dengan bumbu lalu digoreng sampai kering di luar, empuk di dalam, bikin dia pas untuk makan berat. Jadi, daftar ini nggak cuma angkat snack kecil, tapi juga hidangan utama.

Kalau dipikir-pikir lagi, kombinasi enam gorengan Indonesia terbaik se-Asia Tenggara versi 2026 ini cukup ngegambarin cara kita makan. Dari jajanan pinggir jalan, menu rumahan, sampai makanan khas daerah, semuanya punya versi goreng yang kuat.

Namun, perlu diingat juga kalau daftar ini bukan kitab suci kuliner. Masih banyak gorengan lokal lain yang underrated abis dan belum tentu kebagian spotlight di platform besar. Di sisi lain, justru dari sorotan seperti ini, kita bisa jadi lebih sadar kalau makanan sehari-hari yang keliatannya biasa ternyata punya posisi penting di mata orang luar.

Pada akhirnya, keberadaan 6 gorengan Indonesia terbaik se-Asia Tenggara di daftar TasteAtlas 2026 bisa kita anggap sebagai pengingat. Yang kita makan sambil nunggu hujan reda atau sambil nongkrong di pinggir jalan ternyata punya cerita, sejarah, dan nilai yang cukup kuat untuk diapresiasi lintas negara. Kalau kamu mau eksplor sendiri, cukup mulai dari gerobak gorengan terdekat, sambil tetap bijak soal kesehatan dan pilihan minyaknya. Cek jam operasional dan harga terbaru agar rencana tetap lancar.

Artikel Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.